AJARAN AGAMA YANG BERHUBUNGAN
DENGAN KESEHATAN
MAKALAH
Diajukan
Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata
Kuliah Pendidikan Agama Islam
Oleh
kelompok : 4 (empat)
Dea junita witarsa
Desi ratnasari
Program Studi D3 Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi (STIKesMI)
SUKABUMI
2015
Kata pengantar
Puji syukur kami
panjatkan kehadirat tuhan yang masa esa, karena atas rahmat,karunia dan
taufiknyalah , kami dapat menyelesaikan makalah tentang AJARAN AGAMA YANG
BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN ini Meskipun masih banyak kekurangan
didalamnya.
Kami sangat
berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan kita mengenai hubungan antara agama dengan kesehatan yang meliputi
Ibadah , Ahklak terpuji dan Ahklah kepada pencipta.
Kami juga
menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh
dari kata sempurna.oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,saran dan usulan
demi perbaikan makalah ini .
Semoga makalah
sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya,sebelumnya kami
memohon maaf bila terdpat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.
Sukabumi,05
Sepetember 2015
Penyusun :
Dea junita witarsa
Desi Ratnasari
Daftar isi
Kata pengantar ........................................................................................ .
1
Daftar isi ................................................................................................... 2
BAB I
PENDAHULUAN ....................................................................... 3
A.
Latar
belakang .................................................................................. 3
B.
Tujuan
................................................................................................ 3
1.
Tujuan
umum ..................................................................................... 3
2.
Tujuan
khusus....................................................................................
3
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 5
A.
Ibadah ............................................................................................... 5
1.
Pengertian
Ibadah .............................................................................. 5
2.
Pengaruh
ibadahterhadap kesehatan ................................................. 6
B.
Ahklah
Terpuji ................................................................................. 11
1.
Pengertian
Ahklah ........................................................................... 11
2.
Macam-macam
Ahklak terpuji ......................................................... 11
C.
Ahklah
kepada sang Pencipta .......................................................... 12
BAB III PENUTUP ............................................................................... 13
A.
Kesimpulan
...................................................................................... 13
B.
Saran
................................................................................................ 13
C.
Daftar
Pustaka ................................................................................. 14
BAB I
PENDAHULAN
A.
Latar belakang
Dalam lingkungan masyarakat banyak
sekali berbagai macam budaya yang berpengaruh dalam suatu kepercayaan yang di
anutnya seperti Agama atau kepercayaan. Penduduk di Indonesia memiliki beragam
suku serta agama yang di anutnya,maka dari itu Pemerintahpun juga berperan
penting untuk mengatur kebebasan memeluk agama sesuai kepercayaan masing –
masing.
Dalam
makalah ini kami akan membahas tentang ajaran agama yang berhubungan dengan
kesehatan diantaranya adalah ibadah, akhlak terpuji, akhlak kepeda pencipta,
akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia, selain itu Agama
juga berhubungan dengan kesehatan karena
ada penyakit yang di sebabkan karena virus dan bakteri tapi ada juga penyakit
yang diakibabkan karena jiwa atau hati. Penyakit tersebutlah yang dinamakan
dengan penyakit hati atau penyakit mental .
B.
Tujuan
1. Tujuan Umum
a.
Untuk
mengetahui dan memahami ajaran agama yang berhubungan
dengan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a.
Untuk
memenuhi tugas kelompok pendidikan agama
b.
Untuk
mengetahui pengertian ibadah
c.
Untuk
mengetahui pengaruh ibadah yang
berhubungan dengan
d.
kesehatan
e.
Untuk
mengetahui manfaat sholat dan puasa bagi kesehatan
f.
Untuk
mengetahui pengertian akhlak terpuji
g.
Untuk
mengetahui macam-macam akhlak terpuji
h.
Untuk
mengetahui tentang akhlak manusia kepada yang Pencipta
i.
Untuk
mengetahui tentang akhlak manusia kepada sesama manusia
j.
Untuk
mengetahui tentang akhlak manusia kepada dirinya sendiri
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Ibadah
1.
Pengertian Ibadah
Ibadah
secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan
menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna
dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
a.
Ibadah
adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para
Rasul-Nya.
b.
Ibadah
adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang
paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
c.
Ibadah
adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa
ucapan atau perbuatan, yang zhahir
maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap.
Ibadah
terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut),
raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah
(senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan
hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan
hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat,
zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati).
2.
Pengaruh Ibadah Terhadap Kesehatan
Manusia
terdiri dari 2 unsur yang terdiri atas jasmani dan rohani, kedua unsur tersebut
saling terkait, saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Dikarenakan
apabila salah satu unsur ada yang terganggu maka keseimbangan didalam kehidupan
akan terganggu juga.
Dalam kegiatan sehari-hari manusia
sehari-hari manusia sering kali dihadapkan berbagai macam masalah dari hal yang
paling kecil sampai yang paling besar, Yang bisa menyebabkan atau menimbulkan
sebab-sebab gangguan kejiwaan, oleh karena itu banyak media-media sebagai
sarana solusi untuk mengatasi masalah-masalah dalam kejiwaan. Macam-macam media
yang berkembang saat ini, antara lain: Psikologi, terapi kejiwaan, yoga, dll.
Secara
psikis, ibadah sangat cocok sebagai mediator dalam merileksasikan dan
menentramkan kejiwaan. , ibadah sebagai kegiatan-kegiatan kerohanian yang
dilakukan oleh umat islam maupun umat beragama lainnya untuk mendekatkan diri
kepada sang pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tapi pada kenyataannya walaupun
ibadah terkesan hanya untuk mendapatkan pahala atau untuk sekedar menjalankan
kewajiban sebagai umat beragama. Tetapi disisi lain saya melihat umat beragama yang
beribadah hanya sebagai sarana rileksasi, dikarenakan dalam ibadah bisa
mengembalikan pikiran dan stamina yang sudah terpakai karena kegiatan rutinitas
sehari-hari, sehingga pikiran menjadi normal kembali dan hati menjadi tenang,
serta membuat manusia lebih bersemangat menjalankan kegiataannya.
Salah
satu ibadah sebagai sarana kesehatan dari ajaran agama Islam, yaitu shalat dan
puasa.
a.
Shalat
Salat
memang merupakan bagian dari perintah Allah kepada orang-orang yang beriman.
Dengan mengingat Allah, kita pun membuka jalan untuk keluar dari segenap
persoalan atau masalah yang kita hadapi. Allah adalah Sang Maha Penolong.
Segala sesuatu adalah mudah bagi-Nya.
Dengan
mengingat Allah dalam salat kita menyadarkan diri kembali akan kebesaran Allah,
sehingga kita melihat segenap masalah yang kita hadapi adalah kecil dan mudah
di hadapan Allah. (Ingat, dalam salat, kita mengulang-ulang ucapan Allâhu
akbar, yang berarti: Allah Mahabesar; segala sesuatu yang ada di dunia ini
kecil, dan Allahlah Yang Besar). Oleh karena itu, menjalankan salat sebenarnya
juga berarti membuka jalan bagi datangnya pertolongan.
Salat dengan demikian menjadikan
muslim lebih siap menghadapi hidup dan problematikanya dibanding sebelumnya.
Kesiapan ini terwujud salah satunya karena aktivitas mengingat Allah itu
membuat hati kita tenteram.
الْÙ‚ُÙ„ُوبُ
تَØ·ْÙ…َئِÙ†ُّ اللهِ لاَبِذِÙƒْرِØ£َ
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram.
(al-Ra‘d [13]: 28).
Pada
sisi lain, ketenteraman hati ini sangatlah bermanfaat bagi kesehatan psikis kita.
Berbagai penyakit mental orang zaman sekarang acap kali adalah dampak dari
hilangnya perasaan tenteram di hati mereka. Melalui salat, ketenteraman ini
bisa kita peroleh. Wajar bila para pakar ilmu jiwa berhasil menunjukkan
berbagai pengaruh positif aktivitas menjalankan salat terhadap kesehatan mental
pelakunya.
Kesehatan
psikis telah terbukti mempunyai pengaruh terhadap kesehatan fisik. Ini berarti
aktivitas salat juga akan berdampak secara tidak langsung pada kesehatan tubuh
kita. Akan tetapi, para pakar kesehatan pun telah menunjukkan bahwa salat
(terutama gerakan-gerakan salat) memiliki pengaruh-langsung yang nyata pada
kesehatan jasmani. Dengan demikian, salat itu menyehatkan tidak saja bagi
kondisi kejiwaan, namun pula bagi kondisi badan. Syaratnya, semua gerak
tersebut dilakukan dengan benar, tuma'ninah serta istiqamah (konsisten
dilakukan).
1.
Berdiri
lurus
Berdiri
lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan
pernapasan, pencernaan dan tulang.
2.
Takbiratul
ihram
Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar
dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Gerakan ini bermanfaat
untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan.
Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh
tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah
kaya oksigen menjadi lancar.
3.
Saat
ruku'
Ketika ruku', Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di
atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Ruku' yang dilakukan dengan
tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi
sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran
darahnya. Ruku' pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang
terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang
leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan
rukuk.
4.
Saat
i'tidal
Saat berdiri dari
dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga
bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya.
5.
Saat
sujud
Bila dilakukan
dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke
otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta
hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di
jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
6.
Duduk diantara dua sujud (awal & akhir )
Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik
serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di
bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki .
7.
Saat
salam
Gerakan
memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk
bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan
aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan
kulit wajah.
b.
Puasa
Menjalankan
ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika dilihat dari
sisi kesehatan dibalik nilai ibadah yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun
ini, juga tersimpan banyak manfaat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk
tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan
puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari ini sangat bermanfaat
untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.
Puasa
dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan
yang berlebihan gizi, belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan
gizi atau overnutrition mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit
degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner,
kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.
Pengaruh puasa terhadap kesehatan
jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu:
1)
Memberikan
kesempatan istirahat kepada alat pencernaan.
2)
Menyeimbangkan
kadar asam dan basa dalam tubuh.
3)
Memperbaiki
fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh.
4)
Membersihkan
tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi).
5)
Menambah
jumlah sel darah putih.
6)
Meningkatkan
fungsi organ tubuh.
B.
Akhlak Terpuji
1.
Pengertian Akhlak
Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani
Makarimil Akhlaq. Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada
manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani.
Menurut
Al-Ghazali :
a.
Akhlak
ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul
perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran
lebih dahulu.
b.
Akhlak
umumnya disama artikan dengan arti kata budi pekerti, kesusilaan atau sopan
santun dalam bahasa Indonesia, atau tidak berbeda pula dengan arti kata ethic
(etika).
2.
Macam-macam Akhlak Terpuji
Akhlakul
karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya, diantaranya adalah :
a.
Husnuzzan
adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking. Lawan dari kata
ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk ataup negative thinking.
b.
Gigih
atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya
akan hasil positif dalam segala usaha.
c.
Berinisiatif
adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu
d.
berprakarsa
melakukan kegiatan yang positif serta menhindarkan sikap terburu-buru bertindak
kedalam situasi sulit, bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu
perintah, dan selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai
situasi guna kepentingan masyarakat.
e.
Rela
berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi
seseorang. Semua ini apabila dengan
maksud atau dilandasi niat dan tujuan yang baik.
f.
Tata
karma terhadap sesama makhluk Allah SWT
ini sangat dianjurkan kepada makhluk Allah karena ini adalah salah satu
anjuran Allah kepada kaumnya.
g.
Adil
dalam bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-‘adl dan
al-‘idl.Al-‘adl adalah keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu atau rasio,
sedangkan al-‘idl adalah keadilan yang dapat diukur secara fisik dan dapat
dirasakan oleh pancaindera seperti hitungan atau timbangan.
h.
Ridho
adalah suka, rela, dan senang.
C.
Ahklah Kepada Sang Pencipta
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber
dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala
isinya, Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah
pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, akhlak terhadap
Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang
ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap
Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap
siapapun,demikian pula sebaliknya.
Diantara akhlak
terhadap Allah SWT adalah:
1.
Taat
terhadap perintah-perintah-Nya
Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika
kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya.taat
kepada Allah merupakan konsekwensi keimanan seoran muslim kepada Allah SWT.
Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya
keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat diatas
dengan bersabda:
“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya
(keinginannya) mengikuti apa yang
telah datang dariku (Al-Qur’an dan sunnah)." (HR. Abi Ashim al-syaibani).
2.
Memiliki
rasa tanggung jawab atas amanahyang diembankan padanya.
Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT,
adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. Karena
pada hakekatnya, kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT.
3.
Ridha
terhadap ketentuan Allah SWT.
Berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT,
adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya.
Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh
keluarga yang tidak mampu, bentuk fisik yang Allah berikan padanya, atau
hal-hal lainnya.
4.
Senantiasa
bertaubat kepada-Nya.
Sebagai
seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan
lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena itulah, etika
kita kepada Allah, manakala sedang terjerumus dalam ‘kelupaan’ sehingga berbuat
kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dalam
Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 3 : 135)
"Dan
juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah,
lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat
mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu
sedang mereka mengetahui."
5.
Obsesinya
adalah keridhaan ilahi.
Seseorang
yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesi dan orientasi
dalam segala aktivitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidak beramal dan
beraktivitas untuk mencari keridhaan atau pujian atau apapun dari manusia.
Bahkan terkadang, untuk mencapai keridhaan Allah tersebut, ‘terpakasa’ harus
mendapatkan ‘ketidaksukaan’ dari para manusia lainnya. Dalam sebuah hadits
Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita:
"Barang siapa yang mencari
keridhaan Allah dengan ‘adanya’ kemurkaan manusia, maka Allah akan memberikan
keridhaan manusia juga. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan
cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada
manusia." (HR. Tirmidzi, Al-Qadha’I dan ibnu Asakir).
6.
Merealisasikan
ibadah kepada-Nya.
akhlak
berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah
merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifat
mahdhah, ataupun ibadah yang ghairu mahdhah. Karena pada hakekatnya, seluruh
aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an Allah berberfirman (QS. 51 : 56):
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin
dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Oleh karenanya, segala aktivitas,
gerak gerik, kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang
dilakukan seorang muslim terhadap Allah.
7.
Banyak
membaca al-Qur’an
Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap
Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat, yang
merupakan firman-firman-Nya. Seseeorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia
akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai
Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa
akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi menakala kita mengetahui keutamaan
membaca Al-Qur’an yang dmikian besxarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW
mengatakan kepada kita:
"Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya
Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para
pembacanya." (HR. Muslim).
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Islam
memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam
sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang
Khalik-nya dan alam syurga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang
bersifat komprehensif1, harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam
yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam
mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
Agama merupakan tuntunan hidup yang
dapat membebaskan manusia dari kekacauan. adapun Ibadah secara bahasa
(etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’
(terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya
satu. Dalam melakukan Ibadah banyak hikmah yang kita ambil manfaatnya bagi
kesehatan kita. Ibadah bukan hanya semata-semata untuk Allah atau sekedar
mendapatkan pahala, tetapi Ibadah bisa sebagai mediator dalam kesehatan.
B.
Saran
Sebagai
manusia kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh kita demikian sabda Nabi
Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai
dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan
dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan
perintah-perintahnya dan meninggalkan larangan-Nya.
Daftar pustaka
http://Makalahmajanii.blogspot.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.00
wib)
http://Id.shvoong.com/books/guidance self
improvement/(Diakses 04
September 2015 pukul 20.05 wib)
http://Guruit07.blogspot.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.15
wib)
http://Makalahdanskripsi.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.20
wib)
http://anakciremai.com/2009/01/makalah-pendidikan-agama-islam-
tentang.html/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.27 wib)
http://tugas2kuliah.wordpress.com/2011/12/10/makalah-pendidikan-
agama-islam/ hubungan-filsafat-dengan-islam//(Diakses 04 September 2015 pukul 20.45 wib)
http://an-naba.com/kesehatan-dalam-pandangan-islam//(Diakses 04 September 2015 pukul 20.53
wib)
Ali,mohammad Daud:”pendidikan agama islam”jakarta 1997.
Aizid,Rizem. 2011. Manfaat Sholat Bagi Kesehatan dan
Kecantikan.Yogyakarta
Yacub,Hamzah.1983..Etika islam.Bandung .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar