Senin, 13 Juni 2016

Makalah agama


AJARAN AGAMA YANG BERHUBUNGAN
DENGAN KESEHATAN
MAKALAH
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas
Mata Kuliah Pendidikan Agama Islam

Oleh kelompok  : 4 (empat)
               Dea junita witarsa
                 Desi ratnasari


 







                             
Program Studi D3 Kebidanan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Sukabumi (STIKesMI)
SUKABUMI
2015

Kata pengantar

            Puji syukur kami panjatkan kehadirat tuhan yang masa esa, karena atas rahmat,karunia dan taufiknyalah , kami dapat menyelesaikan makalah tentang AJARAN AGAMA YANG BERHUBUNGAN DENGAN KESEHATAN ini Meskipun masih banyak kekurangan didalamnya.
            Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai hubungan antara agama dengan kesehatan yang meliputi Ibadah , Ahklak terpuji dan Ahklah kepada pencipta.
            Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna.oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik,saran dan usulan demi perbaikan makalah ini .
            Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya,sebelumnya kami memohon maaf bila terdpat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan.


                                                                                   
                                                Sukabumi,05 Sepetember 2015
  Penyusun        :
Dea junita witarsa
Desi Ratnasari
           








Daftar isi

Kata pengantar ........................................................................................ . 1
Daftar isi ................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 3
A.      Latar belakang ..................................................................................  3
B.       Tujuan ................................................................................................ 3
1.        Tujuan umum ..................................................................................... 3
2.        Tujuan khusus.................................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................ 5
A.      Ibadah  ............................................................................................... 5
1.        Pengertian Ibadah .............................................................................. 5
2.        Pengaruh ibadahterhadap kesehatan .................................................  6
B.       Ahklah Terpuji ................................................................................. 11
1.        Pengertian Ahklah ........................................................................... 11
2.        Macam-macam Ahklak terpuji ......................................................... 11
C.       Ahklah kepada sang Pencipta .......................................................... 12
BAB III PENUTUP ............................................................................... 13
A.      Kesimpulan ...................................................................................... 13
B.       Saran ................................................................................................ 13
C.       Daftar Pustaka ................................................................................. 14










BAB I
PENDAHULAN

A.       Latar belakang
            Dalam lingkungan masyarakat banyak sekali berbagai macam budaya yang berpengaruh dalam suatu kepercayaan yang di anutnya seperti Agama atau kepercayaan. Penduduk di Indonesia memiliki beragam suku serta agama yang di anutnya,maka dari itu Pemerintahpun juga berperan penting untuk mengatur kebebasan memeluk agama sesuai kepercayaan masing – masing.
Dalam makalah ini kami akan membahas tentang ajaran agama yang berhubungan dengan kesehatan diantaranya adalah ibadah, akhlak terpuji, akhlak kepeda pencipta, akhlak kepada diri sendiri, dan akhlak kepada sesama manusia, selain itu Agama juga berhubungan dengan  kesehatan karena ada penyakit yang di sebabkan karena virus dan bakteri tapi ada juga penyakit yang diakibabkan karena jiwa atau hati. Penyakit tersebutlah yang dinamakan dengan penyakit hati atau penyakit mental .
B.       Tujuan
1. Tujuan Umum
a.    Untuk mengetahui dan memahami ajaran agama yang berhubungan            
     dengan kesehatan.
2. Tujuan Khusus
a.    Untuk memenuhi tugas kelompok pendidikan agama
b.    Untuk mengetahui pengertian ibadah
c.    Untuk mengetahui pengaruh  ibadah yang berhubungan dengan  
d.   kesehatan
e.    Untuk mengetahui manfaat sholat dan puasa bagi kesehatan
f.     Untuk mengetahui pengertian akhlak terpuji
g.    Untuk mengetahui macam-macam akhlak terpuji
h.    Untuk mengetahui tentang akhlak manusia kepada yang Pencipta
i.      Untuk mengetahui tentang akhlak manusia kepada sesama manusia
j.      Untuk mengetahui tentang akhlak manusia kepada dirinya sendiri
BAB II
PEMBAHASAN
A.           Ibadah
1.             Pengertian Ibadah
Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Definisi itu antara lain adalah:
a.    Ibadah adalah taat kepada Allah dengan melaksanakan perintah-Nya melalui lisan para Rasul-Nya.
b.    Ibadah adalah merendahkan diri kepada Allah Azza wa Jalla, yaitu tingkatan tunduk yang paling tinggi disertai dengan rasa mahabbah (kecintaan) yang paling tinggi.
c.    Ibadah adalah sebutan yang mencakup seluruh apa yang dicintai dan  diridhai Allah Azza wa Jalla, baik berupa ucapan atau perbuatan, yang  zhahir maupun yang bathin. Yang ketiga ini adalah definisi yang paling lengkap.
Ibadah terbagi menjadi ibadah hati, lisan, dan anggota badan. Rasa khauf (takut), raja’ (mengharap), mahabbah (cinta), tawakkal (ketergantungan), raghbah (senang), dan rahbah (takut) adalah ibadah qalbiyah (yang berkaitan dengan hati). Sedangkan tasbih, tahlil, takbir, tahmid dan syukur dengan lisan dan hati adalah ibadah lisaniyah qalbiyah (lisan dan hati). Sedangkan shalat, zakat, haji, dan jihad adalah ibadah badaniyah qalbiyah (fisik dan hati).                                                                                                
2.             Pengaruh Ibadah Terhadap Kesehatan
Manusia terdiri dari 2 unsur yang terdiri atas jasmani dan rohani, kedua unsur tersebut saling terkait, saling berhubungan dan tidak dapat dipisahkan. Dikarenakan apabila salah satu unsur ada yang terganggu maka keseimbangan didalam kehidupan akan terganggu juga.
            Dalam kegiatan sehari-hari manusia sehari-hari manusia sering kali dihadapkan berbagai macam masalah dari hal yang paling kecil sampai yang paling besar, Yang bisa menyebabkan atau menimbulkan sebab-sebab gangguan kejiwaan, oleh karena itu banyak media-media sebagai sarana solusi untuk mengatasi masalah-masalah dalam kejiwaan. Macam-macam media yang berkembang saat ini, antara lain: Psikologi, terapi kejiwaan, yoga, dll.
Secara psikis, ibadah sangat cocok sebagai mediator dalam merileksasikan dan menentramkan kejiwaan. , ibadah sebagai kegiatan-kegiatan kerohanian yang dilakukan oleh umat islam maupun umat beragama lainnya untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Tapi pada kenyataannya walaupun ibadah terkesan hanya untuk mendapatkan pahala atau untuk sekedar menjalankan kewajiban sebagai umat beragama. Tetapi disisi lain saya melihat umat beragama yang beribadah hanya sebagai sarana rileksasi, dikarenakan dalam ibadah bisa mengembalikan pikiran dan stamina yang sudah terpakai karena kegiatan rutinitas sehari-hari, sehingga pikiran menjadi normal kembali dan hati menjadi tenang, serta membuat manusia lebih bersemangat menjalankan kegiataannya.
Salah satu ibadah sebagai sarana kesehatan dari ajaran agama Islam, yaitu shalat dan puasa.
a.             Shalat
Salat memang merupakan bagian dari perintah Allah kepada orang-orang yang beriman. Dengan mengingat Allah, kita pun membuka jalan untuk keluar dari segenap persoalan atau masalah yang kita hadapi. Allah adalah Sang Maha Penolong. Segala sesuatu adalah mudah bagi-Nya.
Dengan mengingat Allah dalam salat kita menyadarkan diri kembali akan kebesaran Allah, sehingga kita melihat segenap masalah yang kita hadapi adalah kecil dan mudah di hadapan Allah. (Ingat, dalam salat, kita mengulang-ulang ucapan Allâhu akbar, yang berarti: Allah Mahabesar; segala sesuatu yang ada di dunia ini kecil, dan Allahlah Yang Besar). Oleh karena itu, menjalankan salat sebenarnya juga berarti membuka jalan bagi datangnya pertolongan.
            Salat dengan demikian menjadikan muslim lebih siap menghadapi hidup dan problematikanya dibanding sebelumnya. Kesiapan ini terwujud salah satunya karena aktivitas mengingat Allah itu membuat hati kita tenteram.
الْÙ‚ُÙ„ُوبُ تَØ·ْÙ…َئِÙ†ُّ اللهِ لاَبِذِÙƒْرِØ£َ
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenteram. (al-Ra‘d [13]: 28).
Pada sisi lain, ketenteraman hati ini sangatlah bermanfaat bagi kesehatan psikis kita. Berbagai penyakit mental orang zaman sekarang acap kali adalah dampak dari hilangnya perasaan tenteram di hati mereka. Melalui salat, ketenteraman ini bisa kita peroleh. Wajar bila para pakar ilmu jiwa berhasil menunjukkan berbagai pengaruh positif aktivitas menjalankan salat terhadap kesehatan mental pelakunya.
Kesehatan psikis telah terbukti mempunyai pengaruh terhadap kesehatan fisik. Ini berarti aktivitas salat juga akan berdampak secara tidak langsung pada kesehatan tubuh kita. Akan tetapi, para pakar kesehatan pun telah menunjukkan bahwa salat (terutama gerakan-gerakan salat) memiliki pengaruh-langsung yang nyata pada kesehatan jasmani. Dengan demikian, salat itu menyehatkan tidak saja bagi kondisi kejiwaan, namun pula bagi kondisi badan. Syaratnya, semua gerak tersebut dilakukan dengan benar, tuma'ninah serta istiqamah (konsisten dilakukan).
1.             Berdiri lurus
Berdiri lurus adalah pelurusan tulang belakang, dan menjadi awal dari sebuah latihan pernapasan, pencernaan dan tulang.
2.             Takbiratul ihram
Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya ke atas hingga sejajar dengan bahu-bahunya (HR Bukhari dari Abdullah bin Umar). Gerakan ini bermanfaat untuk melancarkan aliran darah, getah bening (limfe), dan kekuatan otot lengan. Posisi jantung di bawah otak memungkinkan darah mengalir lancer ke seluruh tubuh. Saat mengangkat kedua tangan, otot bahu meregang sehingga aliran darah kaya oksigen menjadi lancar.
3.             Saat ruku'
Ketika ruku', Rasulullah SAW meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut (HR Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash). Ruku' yang dilakukan dengan tenang dan maksimal, dapat merawat kelenturan tulang belakang yang berisi sumsum tulang belakang (sebagai syaraf sentral manusia) beserta aliran darahnya. Ruku' pun dapat memelihara kelenturan tuas sistem keringat yang terdapat di pungggung, pinggang, paha dan betis belakang. Demikian pula tulang leher, tengkuk dan saluran syaraf memori dapat terjaga kelenturannya dengan rukuk.
4.             Saat i'tidal           
          Saat berdiri dari dengan mengangkat tangan, darah dari kepala akan turun ke bawah, sehingga bagian pangkal otak yang mengatur keseimbangan berkurang tekanan darahnya.
5.             Saat sujud
          Bila dilakukan dengan benar dan lama, sujud dapat memaksimalkan aliran darah dan oksigen ke otak atau kepala, termasuk pula ke mata, telinga, leher, dan pundak, serta hati. Cara seperti ini efektif untuk membongkar sumbatan pembuluh darah di jantung, sehingga resiko terkena jantung koroner dapat diminimalisasi.
6.              Duduk diantara dua sujud (awal & akhir )
Cara duduk di antara dua sujud dapat menyeimbangkan sistem elektrik serta syaraf keseimbangan tubuh kita. Selain dapat menjaga kelenturan syaraf di bagian paha dalam, cekungan lutut, cekungan betis, sampai jari-jari kaki .
7.             Saat salam           
Gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Salam bermanfaat untuk bermanfaat untuk merelaksasikan otot sekitar leher dan kepala menyempurnakan aliran darah di kepala sehingga mencegah sakit kepala serta menjaga kekencangan kulit wajah.
b.             Puasa
Menjalankan ibadah puasa adalah sebuah kewajiban bagi umat muslim, namun jika dilihat dari sisi kesehatan dibalik nilai ibadah yang dijalankan sebulan penuh tiap tahun ini, juga tersimpan banyak manfaat. Puasa, yang mensyaratkan pelakunya untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari ini sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jasmani dan rohani pelakunya.
Puasa dapat mencegah penyakit yang timbul karena pola makan yang berlebihan. Makanan yang berlebihan gizi, belum tentu baik untuk kesehatan seseorang. Kelebihan gizi atau overnutrition mengakibatkan kegemukan yang dapat menimbulkan penyakit degeneratif seperti kolesterol dan trigliserida tinggi, jantung koroner, kencing manis (diabetes mellitus), dan lain-lain.
Pengaruh puasa terhadap kesehatan jasmani meliputi berbagai aspek kesehatan, diantaranya yaitu:
1)             Memberikan kesempatan istirahat kepada alat pencernaan.
2)             Menyeimbangkan kadar asam dan basa dalam tubuh.
3)             Memperbaiki fungsi hormon, meremajakan sel-sel tubuh.
4)             Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi).
5)             Menambah jumlah sel darah putih.
6)             Meningkatkan fungsi organ tubuh.
B.            Akhlak Terpuji
1.             Pengertian Akhlak
Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq. Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani.
Menurut Al-Ghazali :
a.         Akhlak ialah suatu sifat yang tertanam dalam jiwa yang dari padanya timbul perbuatan-perbuatan dengan mudah, dengan tidak memerlukan pertimbangan pikiran lebih dahulu.
b.        Akhlak umumnya disama artikan dengan arti kata budi pekerti, kesusilaan atau sopan santun dalam bahasa Indonesia, atau tidak berbeda pula dengan arti kata ethic (etika).
2.               Macam-macam Akhlak Terpuji
Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya, diantaranya adalah :
a.       Husnuzzan adalah berprasangka baik atau disebut juga positive thinking. Lawan dari kata ini adalah su’uzzan yang artinya berprasangka buruk ataup negative thinking.
b.      Gigih atau kerja keras serta optimis termasuk diantara akhlak mulia yakni percaya akan hasil positif dalam segala usaha.
c.       Berinisiatif adalah perilaku yang terpuji karena sifat tersebut berarti mampu
d.      berprakarsa melakukan kegiatan yang positif serta menhindarkan sikap terburu-buru bertindak kedalam situasi sulit, bertindak dengan kesadaran sendiri tanpa menunggu perintah, dan selalu menggunakan nalar ketika bertindak di dalam berbagai situasi guna kepentingan masyarakat.
e.       Rela berkorban artinya rela mengorbankan apa yang kita miliki demi sesuatu atau demi seseorang. Semua  ini apabila dengan maksud atau dilandasi niat dan tujuan yang baik.
f.       Tata karma terhadap sesama makhluk Allah SWT  ini sangat dianjurkan kepada makhluk Allah karena ini adalah salah satu anjuran Allah kepada kaumnya.
g.      Adil dalam bahasa arab dikelompokkan menjadi dua yaitu kata al-‘adl dan al-‘idl.Al-‘adl adalah keadilan yang ukurannya didasarkan kalbu atau rasio, sedangkan al-‘idl adalah keadilan yang dapat diukur secara fisik dan dapat dirasakan oleh pancaindera seperti hitungan atau timbangan.
h.      Ridho adalah suka, rela, dan senang.
C.           Ahklah Kepada Sang Pencipta
Setiap muslim meyakini, bahwa Allah adalah sumber segala sumber dalam kehidupannya. Allah adalah Pencipta dirinya, pencipta jagad raya dengan segala isinya, Allah adalah pengatur alam semesta yang demikian luasnya. Allah adalah pemberi hidayah dan pedoman hidup dalam kehidupan manusia, akhlak terhadap Allah ini merupakan pondasi atau dasar dalam berakhlak terhadap siapapun yang ada di muka bumi ini. Jika seseorang tidak memiliki akhlak positif terhadap Allah, maka ia tidak akan mungkin memiliki akhlak positif terhadap siapapun,demikian pula sebaliknya.
Diantara akhlak terhadap Allah SWT adalah:
1.             Taat terhadap perintah-perintah-Nya
Hal pertama yang harus dilakukan seorang muslim dalam beretika kepada Allah SWT, adalah dengan mentaati segala perintah-perintah-Nya.taat kepada Allah merupakan konsekwensi keimanan seoran muslim kepada Allah SWT. Tanpa adanya ketaatan, maka ini merupakan salah satu indikasi tidak adanya keimanan. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW juga menguatkan makna ayat diatas dengan bersabda:

“Tidak beriman salah seorang diantara kalian, hingga hawa nafsunya
(keinginannya) mengikuti apa yang telah datang dariku (Al-Qur’an dan sunnah)." (HR. Abi Ashim al-syaibani).
2.             Memiliki rasa tanggung jawab atas amanahyang diembankan padanya.
Etika kedua yang harus dilakukan seorang muslim kepada Allah SWT, adalah memiliki rasa tanggung jawab atas amanah yang diberikan padanya. Karena pada hakekatnya, kehidupan inipun merupakan amanah dari Allah SWT.
3.             Ridha terhadap ketentuan Allah SWT.
Berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT, adalah ridha terhadap segala ketentuan yang telah Allah berikan pada dirinya. Seperti ketika ia dilahirkan baik oleh keluarga yang berada maupun oleh keluarga yang tidak mampu, bentuk fisik yang Allah berikan padanya, atau hal-hal lainnya.
4.             Senantiasa bertaubat kepada-Nya.
Sebagai seorang manusia biasa, kita juga tidak akan pernah luput dari sifat lalai dan lupa. Karena hal ini memang merupakan tabiat manusia. Oleh karena itulah, etika kita kepada Allah, manakala sedang terjerumus dalam ‘kelupaan’ sehingga berbuat kemaksiatan kepada-Nya adalah dengan segera bertaubat kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 3 : 135)
"Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya  diri mereka sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka. Dan siapakah yang dapat mengampuni dosa selain Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu sedang mereka mengetahui."
5.             Obsesinya adalah keridhaan ilahi.
Seseorang yang benar-benar beriman kepada Allah SWT, akan memiliki obsesi dan orientasi dalam segala aktivitasnya, hanya kepada Allah SWT. Dia tidak beramal dan beraktivitas untuk mencari keridhaan atau pujian atau apapun dari manusia. Bahkan terkadang, untuk mencapai keridhaan Allah tersebut, ‘terpakasa’ harus mendapatkan ‘ketidaksukaan’ dari para manusia lainnya. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah menggambarkan kepada kita:
"Barang siapa yang mencari keridhaan Allah dengan ‘adanya’ kemurkaan manusia, maka Allah akan memberikan keridhaan manusia juga. Dan barang siapa yang mencari keridhaan manusia dengan cara kemurkaan Allah, maka Allah akan mewakilkan kebencian-Nya pada manusia." (HR. Tirmidzi, Al-Qadha’I dan ibnu Asakir).
6.             Merealisasikan ibadah kepada-Nya.
akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah SWT adalah merealisasikan segala ibadah kepada Allah SWT. Baik ibadah yang bersifat mahdhah, ataupun ibadah yang ghairu mahdhah. Karena pada hakekatnya, seluruh aktiivitas sehari-hari adalah ibadah kepada Allah SWT.
Dalam Al-Qur’an Allah berberfirman (QS. 51 : 56):
“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia, melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.”
Oleh karenanya, segala aktivitas, gerak gerik, kehidupan sosial dan lain sebagainya merupakan ibadah yang dilakukan seorang muslim terhadap Allah.
7.             Banyak membaca al-Qur’an
   Etika dan akhlak berikutnya yang harus dilakukan seorang muslim terhadap Allah adalah dengan memperbanyak membaca dan mentadaburi ayat-ayat, yang merupakan firman-firman-Nya. Seseeorang yang mencintai sesuatu, tentulah ia akan banyak dan sering menyebutnya. Demikian juga dengan mukmin, yang mencintai Allah SWT, tentulah ia akan selalu menyebut-nyebut Asma-Nya dan juga senantiasa akan membaca firman-firman-Nya. Apalagi menakala kita mengetahui keutamaan membaca Al-Qur’an yang dmikian besxarnya. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW mengatakan kepada kita:
 "Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya Al-Qur’an itu dapat memberikan syafaat di hari kiamat kepada para pembacanya." (HR. Muslim).



BAB III
PENUTUP
A.              Kesimpulan
     Islam memiliki perbedaan yang nyata dengan agama-agama lain di muka bumi ini. Islam sebagai agama yang sempurna tidak hanya mengatur hubungan manusia dengan Sang Khalik-nya dan alam syurga, namun Islam memiliki aturan dan tuntunan yang bersifat komprehensif1, harmonis, jelas dan logis. Salah satu kelebihan Islam yang akan dibahas dalam tulisan ini adalah perihal perspektif Islam dalam mengajarkan kesehatan bagi individu maupun masyarakat.
Agama merupakan tuntunan hidup yang dapat membebaskan manusia dari kekacauan. adapun Ibadah secara bahasa (etimologi) berarti merendahkan diri serta tunduk. Sedangkan menurut syara’ (terminologi), ibadah mempunyai banyak definisi, tetapi makna dan maksudnya satu. Dalam melakukan Ibadah banyak hikmah yang kita ambil manfaatnya bagi kesehatan kita. Ibadah bukan hanya semata-semata untuk Allah atau sekedar mendapatkan pahala, tetapi Ibadah bisa sebagai mediator dalam kesehatan.
B.            Saran
Sebagai manusia kesehatan merupakan salah satu hak bagi tubuh kita demikian sabda Nabi Muhammad SAW. Karena kesehatan merupakan hak asasi manusia, sesuatu yang sesuai dengan fitrah manusia, maka Islam menegaskan perlunya istiqomah memantapkan dirinya dengan menegakkan agama Islam. Satu-satunya jalan dengan melaksanakan perintah-perintahnya dan meninggalkan larangan-Nya.





Daftar pustaka
http://Makalahmajanii.blogspot.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.00 wib)
http://Id.shvoong.com/books/guidance self improvement/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.05 wib)
http://Guruit07.blogspot.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.15 wib)
http://Makalahdanskripsi.com/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.20 wib)
http://anakciremai.com/2009/01/makalah-pendidikan-agama-islam-  tentang.html/(Diakses 04 September 2015 pukul 20.27 wib)
http://tugas2kuliah.wordpress.com/2011/12/10/makalah-pendidikan- agama-islam/ hubungan-filsafat-dengan-islam//(Diakses 04 September 2015 pukul 20.45 wib)
http://an-naba.com/kesehatan-dalam-pandangan-islam//(Diakses 04 September 2015 pukul 20.53 wib)
Ali,mohammad Daud:”pendidikan agama islam”jakarta 1997.
Aizid,Rizem. 2011. Manfaat Sholat Bagi Kesehatan dan Kecantikan.Yogyakarta
Yacub,Hamzah.1983..Etika islam.Bandung .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar